<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674</id><updated>2011-04-21T21:58:55.674-07:00</updated><category term='My Little note'/><category term='To My GOD'/><category term='My LoVE'/><title type='text'>PELanGi CinTa dari Sang MaLam</title><subtitle type='html'>PeremPuan biasa yang inGin menjadi Luar Biasa</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-9178909658488127973</id><published>2008-10-06T22:56:00.001-07:00</published><updated>2008-10-06T22:56:41.215-07:00</updated><title type='text'>Sekelumit tentang Laskar Pelangi</title><content type='html'>Setiap kali saya mampir ke blognya orang, semuanya pasti membicarakan Laskar Pelangi. Entahlah… pelet cap apa yang digunakan Andrea Hirata untuk menyihir semua pembaca. (termasuk juga saya). Nggak usah saya ceritakan jalan ceritanya pun semuanya udah pada tahu… iya kan? Saya mau cerita tentang sisi lain aja yah dari LP ini.&lt;br /&gt; Saya tahu ada novel LP itu dari teman saya, waktu itu masih boming-bomingnya ayat-ayat cinta. Saya penasaran, akhirnya saya melihat-lihat di gramedia. Saya pikir hanya satu novel, eh… nggak tahunya ada 3 novel! Oh my God!! Waktu itu nggak jadi beli, soalnya mahal!&lt;br /&gt; Akhirnya setelah menanti selama berbulan-bulan, saya bisa beli ketiga novel tersebut. Tak usah menunggu beberapa lama, saya langsung melahap ini dalam waktu singkat.&lt;br /&gt; Saya bisa menangis sesenggukan, tertawa terpingkal, geram, penasaran, dsb saat membaca novel-novel itu. Eh… nggak tahunya setelah agak lama saya membaca, ternyata Andrea muncul di acara Kick Andy, tapi sayang waktu itu saya nggak lihat! Soalnya nggak tahu.&lt;br /&gt; Yach… sekarang bukan novel lagi yang hangat dibicarakan tapi filmnya.&lt;br /&gt; Yang saya mau kupas, tentang suatu “kebetulan” yang mungkin tak pernah terbesit atau memang sengaja? Saya nggak tahu. Tentang segala sesuatunya yang ada di film. Nyadar nggak sich? Kalo kebanyakan yang terlibat di Laskar Pelangi the movie adalah orang-orang yang berambut ikal? Contohnya, Andrea Hirata, Fanny (pemeran Ikal di Film LP), Riri Riza, Mira Lesmana, trus yang paling mencolok adalah penyanyi soundtracknya yaitu Nidji! Nidji yang notabene terkenal dengan band ikal! He  he  he  he….!!!&lt;br /&gt; Ehm… satu lagi! Kecenderungan orang Indonesia yang semi plagiat, setiap kali ada genre novel atau film yang boming pastinya semuanya pada tiru-tiru nggak jelas gitu. Contohnya aja dulu waktu novel dan film ayat-ayat cinta boming, semua novel banyak banget yang bertemakan islami, bahkan dengan desain cover dan judul yang hampir sama. Sekarang kejadian itu terulang lagi, di pasaran sudah banyak sekali novel dengan judul belakangnya di bubuhkan kata “pelangi” bahkan ada desain cover yang sama persis, dan juga tak jarang yang memakai font yang sama persis!! Ini mungkin tidak begitu merugikan bagi penulisnya, karena pembaca yang cinta akan buku tersebut akan selektif dan memilih buku yang benar. Tapi yang menjadi masalah, misalnya pembelinya adalah orang yang seperti ayah saya, yang pengetahuannya tentang sastra sangat-sangat terbatas sehingga tidak akan pernah peduli mana karya yang benar-benar LP ato ‘cumi’ Cuma Mirip! Pertanyaannya adalah mungkinkah orang seperti itu akan dengan benar dan tepat membeli buku yang menjadi tujuan?&lt;br /&gt; Dan yang terakhir mengenai pembajakan! Oh My Ghost!! Nggak usah pake sekolah, kalo yang namanya orang Indonesia pasti sangat mahir di bidang ini! He he he !! yach… semua juga udah pada tahu kalo pembajakan di Indonesia sangat sulit dihentikan, jadi itu bisa dicegah dengan memulai membeli segala sesuatunya yang asli, ye…!!!&lt;br /&gt;Sementara itu aja yach… kan udah banyak di blog-blog lain yang kupas tuntas tentang Laskar Pelangi. Mudah-mudahan bermanfaat! Amien…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-9178909658488127973?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/9178909658488127973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=9178909658488127973&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/9178909658488127973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/9178909658488127973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/10/sekelumit-tentang-laskar-pelangi.html' title='Sekelumit tentang Laskar Pelangi'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-1073220282197167511</id><published>2008-10-06T22:04:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T22:13:53.533-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Little note'/><title type='text'>EntahLah</title><content type='html'>Ternyata semua benar&lt;br /&gt;Aku lebih baik pergi jauh&lt;br /&gt;Dan tak kan pernah kembali&lt;br /&gt; Pendar cinta dariku&lt;br /&gt; Memudar lalu hilang tak berbekas&lt;br /&gt;Aku tak pernah berarti&lt;br /&gt;Bahkan hanya sekedar&lt;br /&gt;Mengisi gudang kosong&lt;br /&gt;Di hati teman-temanku&lt;br /&gt; Aku tak pernah penting&lt;br /&gt; Dan aku sadar itu&lt;br /&gt;Semuanya palsu&lt;br /&gt;Senyum, tawa, dan pujian dari mereka&lt;br /&gt;Hanyalah kiasan dari&lt;br /&gt;Semua kemuakan mereka padaku&lt;br /&gt; Apakah kau pikir aku akan menangis?&lt;br /&gt; TIDAK!!!! Jawabku&lt;br /&gt; Karena aku t’lah terbiasa&lt;br /&gt; Dengan keadaan yang tak mengharapku&lt;br /&gt;Aku juga sudah bosan&lt;br /&gt;Dengan senyum imitasi mereka&lt;br /&gt;Aku tahu….!!!&lt;br /&gt;Tapi aku diam&lt;br /&gt;Membiarkan mereka terlena&lt;br /&gt;Dengan ketidakpentinganku&lt;br /&gt; Mungkin di antara teman-temanku&lt;br /&gt; Ada satu, dua bahkan semua&lt;br /&gt; Yang menginginkan aku pergi&lt;br /&gt;Sebentar lagi aku akan pergi&lt;br /&gt;Entahlah……&lt;br /&gt;Aku bisa bertemu mereka lagi atau tidak&lt;br /&gt;Aku juga tak tahu kemana aku akan pergi&lt;br /&gt;Mungkinkah aku terdampar?&lt;br /&gt;Atau bahkan aku akan kembali?&lt;br /&gt; Biarlah mereka tertawa&lt;br /&gt; Sementara aku menangis sendiri&lt;br /&gt; Karena sekalipun tak ingin&lt;br /&gt; Aku melukai mereka&lt;br /&gt;Aku hanya ingin melihat mereka tersenyum&lt;br /&gt;Tapi tak mungkin…!&lt;br /&gt;Senyum itu sudah kugadaikan&lt;br /&gt;Dengan sikapku selama ini&lt;br /&gt;Sementara sekarang,&lt;br /&gt;Aku tak mampu menebus senyum itu&lt;br /&gt; Tolong…… sampaikan maafku pada mereka&lt;br /&gt; Karena aku selalu menyemat luka&lt;br /&gt; Di hati mereka……&lt;br /&gt;Sekarang hanya kata maaf&lt;br /&gt;Yang mungkin sudah membosankan&lt;br /&gt;Tapi izinkanlah untuk terakhir kali&lt;br /&gt;Aku meminta maaf pada kalian dengan tulus……&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-1073220282197167511?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/1073220282197167511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=1073220282197167511&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/1073220282197167511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/1073220282197167511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/10/entahlah.html' title='EntahLah'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-4488170973952251895</id><published>2008-09-18T19:09:00.000-07:00</published><updated>2008-09-18T19:35:52.001-07:00</updated><title type='text'>ku harus lepaskanmu</title><content type='html'>kenapa kalimat di atas jadi judul ya?&lt;br /&gt;tahulah... soalnya dari tadi saya menyanyikannya...&lt;br /&gt;itu kan potongan lagu nya peterpan yang jauh mimpiku.. he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nggak asal juga sich...!!!&lt;br /&gt;karena orang yang saya impikan selama hampir tiga tahun telah pergi&lt;br /&gt;(bukan meninggal loh).. hiksz...hiksz...&lt;br /&gt;dia cuma meninggalkan saya... alias kuliah... he he he&lt;br /&gt;mau curhat nich..!!&lt;br /&gt;sebenernya saya nggak pernah mencintainya...!! inget nggak pernah mencintainya&lt;br /&gt;tapi aneh... saya selalu membayangkan wajahnya...!!&lt;br /&gt;aduh... pusing...!!&lt;br /&gt;sampai-sampai saya mau kuliah di tempat yang sama dengan dia...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aneh kan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum dia pergi kuliah aliasnya masih satu sekolah dengan saya, sebenernya dia juga udah punya cewek! tapi suer deh samber gledek! saya nggak pernah ingin merebut dia dari pacarnya..!! cuma agak sakit aja waktu ngelihat dia berduaan!! huh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenernya dia juga cuma sebatas kenal aja sama saya.. ya mungkin sebatas adik kelas yang nggak terhitung....&lt;br /&gt;soalnya saya nggak pernah berani buat ngobrol dengan dia,,,, meskipun sekedar nyapa!!    pokoknya kisah yang aneh deh!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemarin, temen saya tanya, (padahal dia nggak tahu siapa yang saya maksud! soalnya saya nggak pernah cerita ke temen2 kalo saya tuh sebenernya punya inceran!! he he he)&lt;br /&gt;dia nanyanya gini, "kalo misalnya dia punya perasaan yang sama ke lu, apa yang bakal elu lakuin?" waduh... gelagapan donk ditanya gini...&lt;br /&gt;tapi bisa ngeles...&lt;br /&gt;saya jawab aja saya akan lari dan tak pernah mengejarnya lagi,.,.,&lt;br /&gt;sebenernya bukan ngeles juga, tapi itu udah jadi angan saya...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pokoknya saya cuma tipe pemburu, bakalan ganti lari kalo buruan saya balik mengejar saya!! he he he ! aneh kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ato bisa juga jadi pemuja rahasia, menikmati indahmu dalam mimpi gelapku (katanya sheila on 7 sich!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ato bisa juga saya hanya ingin kau tahu besarnya cintaku tingginya hayalku bersamamu.. (kata repvblik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waduh kok lama2 makin ngelantur sih..&lt;br /&gt;pokoknya intinya saya tuh cuma pengen jadi pemuja rahasianya aja... tapi sayang banget sih... kok aku nggak mencintainya ya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;udah.... kalo baca ini pasti aneh deh!!&lt;br /&gt;thanks udah mau baca curhatkyu ye...!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-4488170973952251895?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/4488170973952251895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=4488170973952251895&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/4488170973952251895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/4488170973952251895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/09/ku-harus-lepaskanmu.html' title='ku harus lepaskanmu'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-7818411832533342489</id><published>2008-09-11T19:09:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T19:21:16.258-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Little note'/><title type='text'>FISIKAWAN</title><content type='html'>Masa lalu, engkau mengukir – dalam semesta&lt;br /&gt;Menjadi poros bagi sang waktu&lt;br /&gt;Menakjubkan untuk semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengukir : hukum newton garis lurus dan bermacam-macam rumus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua salahmu! Salah mimpimu!!&lt;br /&gt;Dan semuanya SALAH!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Karena kamu……….&lt;br /&gt;  Aku dianggap bodoh!&lt;br /&gt; Karena kamu………&lt;br /&gt;  Aku dianggap tolol!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pernah mampu&lt;br /&gt;Menjangkau kuartil pemikiranmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku juga tak pernah bisa&lt;br /&gt; Mengerti …….&lt;br /&gt; Untuk apa asas black ditemukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk menghitung energi yang diterima&lt;br /&gt;dan dikeluarkan.” jawabmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah … percuma … !!!&lt;br /&gt; Tanpa itu aku tahu …&lt;br /&gt; Jika semua yang  diterima &lt;br /&gt;  S a m a&lt;br /&gt; Dengan yang dikeluarkan !!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-7818411832533342489?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/7818411832533342489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=7818411832533342489&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/7818411832533342489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/7818411832533342489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/09/fisikawan.html' title='FISIKAWAN'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-5118318414390836903</id><published>2008-09-11T19:03:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T19:07:40.263-07:00</updated><title type='text'>aduh... pusing!!!</title><content type='html'>huh... ulangan matematika selalu bikin resek~!~&lt;br /&gt;dari soal yang susahnya minta ampyun,,,&lt;br /&gt;sampai gurunya yang super "mengerikan"&lt;br /&gt;ini hanya ungkapan hati saya...&lt;br /&gt;saoalnya selesai ulangan matematika...&lt;br /&gt;lebih tepatnya "REMIDI"&lt;br /&gt;matematika yang tak pernah lolos ujian...&lt;br /&gt;aduh... takut deh!~!&lt;br /&gt;apalagi matematika mata pelajaran wajib UAN&lt;br /&gt;huh....&lt;br /&gt;semoga saja entar kalo uan  bisa lulus yach...!!!&lt;br /&gt;amien...!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-5118318414390836903?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/5118318414390836903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=5118318414390836903&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/5118318414390836903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/5118318414390836903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/09/aduh-pusing.html' title='aduh... pusing!!!'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-1992125467577038327</id><published>2008-08-30T22:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T22:56:47.846-07:00</updated><title type='text'>lingkaran tanpa sudut</title><content type='html'>Di tengah segala yang berputar&lt;br /&gt;Terbangkan rumus ke arah luar&lt;br /&gt;Kapan situasi yang ini akan tersurat?&lt;br /&gt;Mendekap diri dalam titik pusat&lt;br /&gt;Terpekur dalam posisi yang tak pernah kuat&lt;br /&gt; Menanti diferensial dari sang satu&lt;br /&gt; Atau bahkan hanya seonggok peluang kartu&lt;br /&gt; Yang tak pernah dikatakan bermutu&lt;br /&gt;Identitas pun kini telah terekor&lt;br /&gt;Melayang tak ada faktor&lt;br /&gt;Hanya invers yang bisa menyelamatkan&lt;br /&gt;Dari kombinasi pemerintah dan setan&lt;br /&gt; Komposisi negara tak lagi ada ruang&lt;br /&gt; Meskipun hanya sekedar lebar dan panjang&lt;br /&gt; Kurva naik tak akan terjadi&lt;br /&gt; Yang ada hanyalah minimum fungsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan semakin limit&lt;br /&gt;Tak ada lagi yang terbersit&lt;br /&gt;Untuk membuka tabir diskrit&lt;br /&gt; Ingin aku berteriak pada L’Hopital&lt;br /&gt; Mengatakan bahwa aku ingin ada integral&lt;br /&gt; Tak hanya diferensial&lt;br /&gt; Atau aku ingin bercerita padanya&lt;br /&gt; Jika aku di sini sengsara&lt;br /&gt; Apalagi melihat negara Indonesia&lt;br /&gt; Yang kian hari kian merata….&lt;br /&gt; Bukan…! Bukan merata kemakmurannya&lt;br /&gt; Namun merata kemelaratannya&lt;br /&gt;Kini Aku hanya bisa termangu sepi&lt;br /&gt;Dalam hening operasi aljabar yang sunyi&lt;br /&gt;Dan menikmati semua yang Pythagoras telah beri&lt;br /&gt;Tanpa bisa untuk membagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-1992125467577038327?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/1992125467577038327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=1992125467577038327&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/1992125467577038327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/1992125467577038327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/08/lingkaran-tanpa-sudut.html' title='lingkaran tanpa sudut'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-6060180501536283726</id><published>2008-08-30T22:44:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T22:49:32.004-07:00</updated><title type='text'>puisi-i</title><content type='html'>Puisi – i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  ingin  rasa  ini  pergi&lt;br /&gt;Dan  tak  kan  pernah  kembali&lt;br /&gt;Karena  aku  tak  ingin  ini  terjadi&lt;br /&gt;Sesuatu  yang  dulu  begitu  aku  benci&lt;br /&gt;Mengapa  kini  harus  menemani&lt;br /&gt;Berselimut  galau  dalam  hati&lt;br /&gt;Berkecamuk  rindu  dalam  diri&lt;br /&gt;Tak pernah kubayangkan ini&lt;br /&gt;Prinsip yang dulu kujunjung tinggi&lt;br /&gt;Kini  harus  hancur       berteman    sepi&lt;br /&gt;Terkalahkan  oleh  hebatnya  jatuh  hati&lt;br /&gt;Aku  tak  mau  terus  begini&lt;br /&gt;Merindukan  sesuatu  yang  tak  pasti&lt;br /&gt;Karena  aku  tak  ingin  sakit  lagi&lt;br /&gt;Lukaku  cukup  sampai  di sini&lt;br /&gt;Karena aku tahu dia sudah beristri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-6060180501536283726?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/6060180501536283726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=6060180501536283726&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/6060180501536283726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/6060180501536283726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/08/puisi-i.html' title='puisi-i'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-6513737842174424425</id><published>2008-08-21T20:12:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T20:26:42.097-07:00</updated><title type='text'>surat cinta</title><content type='html'>aku pernah menulis surat cinta&lt;br /&gt;surat cinta untuk lelaki yang sangat ku harapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan pikir surat cintaku penuh dengan kata cinta&lt;br /&gt;jangan dibayangkan pula surat cintaku&lt;br /&gt;akan kumasukkan amplop berwarna merah jambu&lt;br /&gt;bergambar hati merah membara&lt;br /&gt;tak perlu juga diangankan&lt;br /&gt;jika surat cintaku berbau harum seharum kasturi&lt;br /&gt;  surat cintaku hanya berisikan apa yang aku rasakan&lt;br /&gt;  kumasukkan amplop berwarna putih dan kertas yang juga putih&lt;br /&gt;  tak ada wangi cendana maupun kasturi&lt;br /&gt;  hanya bau usang dari kertas itu sendiri&lt;br /&gt;aku berjanji akan mengirimkannya&lt;br /&gt;ketika aku sudah siap...&lt;br /&gt;tapi sampai saat ini rasa siap itu&lt;br /&gt;tak kunjung menghampiriku&lt;br /&gt;      entahlah.....&lt;br /&gt;mungkin sampai kapanpun surat itu takkan pernah sampai&lt;br /&gt;hanya bertengger manis di lipatan buku harianku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;warna putihnya pun sekarang telah berubah&lt;br /&gt;ada noda cokelat yang tak tahu dari mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baunya masih sama...&lt;br /&gt;bahkan lebih usang dari yang dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  lelaki yang kuharapkan itu&lt;br /&gt;sepertinya juga pernah (akan) mengirim&lt;br /&gt; surat cinta untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       namun (mungkin) bernasib sama dengan&lt;br /&gt;       surat cinta usangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena kami sudah terikat&lt;br /&gt;dalam janji yang tak pernah tertulis&lt;br /&gt;jika kita akan menjaga&lt;br /&gt;diam kami sampai nanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; hingga suatu ketika&lt;br /&gt; lelaki itu membawakanku&lt;br /&gt;    setangkai mawar&lt;br /&gt;aku menerimanya dengan GR&lt;br /&gt;berharap jika lelaki itu&lt;br /&gt;akan melanggar janji kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi TIDAK!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; dia hanya memberikannya tanpa kata...&lt;br /&gt;aku pun hanya bisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak tahu arti mawar itu...&lt;br /&gt;  mungkinkah dia ingin menjadikanku mawar di hatinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mawar itu pun membiru...&lt;br /&gt;hingga aku memutuskan untuk&lt;br /&gt;menjadikannya penghuni baru dustbin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadilah aku hari itu hingga sekarang&lt;br /&gt;menjadi mawar di hatinya&lt;br /&gt;tanpa bunga....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-6513737842174424425?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/6513737842174424425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=6513737842174424425&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/6513737842174424425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/6513737842174424425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/08/surat-cinta.html' title='surat cinta'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-5661825630016341607</id><published>2008-08-21T19:51:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T19:57:31.702-07:00</updated><title type='text'>cuma lewat</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna.&lt;br /&gt;menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan....&lt;br /&gt;ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diinterpretasikan dari pemikiran agung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARUN YAHYA&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-5661825630016341607?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/5661825630016341607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=5661825630016341607&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/5661825630016341607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/5661825630016341607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/08/cuma-lewat.html' title='cuma lewat'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-8523541220243930188</id><published>2008-08-18T03:01:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T03:03:06.949-07:00</updated><title type='text'>puisi dari Rabiah</title><content type='html'>1&lt;br /&gt;YA ALLAH, apa pun yang akan Engkau&lt;br /&gt;Karuniakan kepadaku&lt;br /&gt;Di dunia ini, berikanlah kepada&lt;br /&gt;Musuh-musuh-Mu,&lt;br /&gt;Dan apapun yang akan Engkau karuniakan&lt;br /&gt;Kepadaku&lt;br /&gt;Di akhirat nanti, berikanlah kepada&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat-Mu,&lt;br /&gt;Karena Engkau sendiri cukuplah bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Aku mengabdi kepada Tuhan&lt;br /&gt;Bukan karena takut neraka …&lt;br /&gt;Bukan pula karena mengharap masuk surga…&lt;br /&gt;Tetapi aku mengabdi karena cintaku pada-Nya&lt;br /&gt;Ya Allah jika aku menyembah-Mu&lt;br /&gt;Karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalamnya,&lt;br /&gt;Dan jika aku menyembah-Mu&lt;br /&gt;Karena mengharapkan surga, campakkanlah aku&lt;br /&gt;Dari dalam surga,&lt;br /&gt;Tetapi jika aku menyembah-Mu&lt;br /&gt;Demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan&lt;br /&gt;Memperlihatkan keindahan wajah-Mu&lt;br /&gt;Yang abadi kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Ya Allah, semua jerih payahku&lt;br /&gt;Dan semua hasratku di antara segala&lt;br /&gt;Kesenangan-kesenangan&lt;br /&gt;Dunia ini adalah untuk mengingat Engkau&lt;br /&gt;Dan di akhirat nanti,&lt;br /&gt;Di antara segala kesenangan&lt;br /&gt;Akhirat adalah untuk berjumpa dengan-Mu&lt;br /&gt;Begitulah halnya dengan diriku,&lt;br /&gt;Seperti yang telah Kau katakan,&lt;br /&gt;Kini perbuatlah seperti yang Engkau kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu&lt;br /&gt;Hingga tak ada sesuatu pun menggangguku&lt;br /&gt;Dalam jumpa-Mu&lt;br /&gt;Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip&lt;br /&gt;Manusia terlena dalam buai tidur lelap&lt;br /&gt;Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup&lt;br /&gt;Tuhanku, demikian malampun berlalu&lt;br /&gt;Dan inilah siang datang menjelang&lt;br /&gt;Aku menjadi resah gelisah&lt;br /&gt;Apakah persembahan malamku Kau terima&lt;br /&gt;Hingga aku berhak mereguk bahagia&lt;br /&gt;Ataukah itu Kau tolak,hingga aku dihimpit duka&lt;br /&gt;Demi kemahakuasaan-Mu&lt;br /&gt;Inilah  yang akan selalu kulakukan&lt;br /&gt;Selama Kau beri aku kehidupan&lt;br /&gt;Demi kemanusiaan-Mu,&lt;br /&gt;Andai Kau usir aku dari pintu-Mu&lt;br /&gt;Aku tak akan pergi berlalu&lt;br /&gt;Karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Hatiku tentram dan damai jika aku diam&lt;br /&gt;Sendiri&lt;br /&gt;Ketika kekasih bersamaku&lt;br /&gt;Cinta-Nya padaku tak pernah terbagi&lt;br /&gt;Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku&lt;br /&gt;Kapan dapat kurenungi keindahan-Nya&lt;br /&gt;Dia akan menjadi mihrabku&lt;br /&gt;Dan rahasia-Nya menjadi kiblatku&lt;br /&gt;Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan&lt;br /&gt;Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini&lt;br /&gt;O, penawar jiwaku,&lt;br /&gt;Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi&lt;br /&gt;Mau-Mu&lt;br /&gt;Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu&lt;br /&gt;Dengan-Mu&lt;br /&gt;O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah&lt;br /&gt;Jiwaku, Kaulah sumber hidupku&lt;br /&gt;Dan dari-Mu jua semangatku berasal&lt;br /&gt;Dari semua benda fana di dunia ini&lt;br /&gt;Dariku telah tercerai&lt;br /&gt;Hasratku adalah bersatu dengan-Mu&lt;br /&gt;Melabuhkan rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Hatiku gerimis saat membaca bait pertama dan begitu juga seterusnya, buliran-buliran lembut tak lagi bisa bertahan di tahtanya saat aku mulai membaca, merasakan, dan tentu saja sangat menikmatinya. Otakku pilu dan membeku saat mataku menyapu baris demi baris goresan hati tersebut. Tulisan tersebut tak sekedar puisi, tapi itu suatu ungkapan kejujuran dari hati seorang wanita yang suci, Rabi’ah binti Ismail Al Adawiyah, tokoh sufi wanita yang sangat terkenal dengan kesuciannya.&lt;br /&gt;  Begitu malunya hati dan ragaku saat mengetahui betapa kecilnya diriku ini, betapa hina dan nistanya diriku dan betapa tidak ada apa-apanya kekuasaanku selama ini jika dibandingkan dengan semua kuasa Allah. Air mataku tak henti menetes ketika aku berpikir tentang semua kekacauan yang telah aku perbuat selama ini. Aku hanya bersujud pada-Nya ketika aku dalam kesulitan dan himpitan DUNIA… aku berdoa pada-Nya karena aku tak ingin mencicipi kejamnya api neraka dan selalu ingin bertengger abadi dalam surga. Aku mengabdi pada-Nya ketika ada orang lain di sampingku… dan aku pikir semua itu sia-sia!! Tak pernah aku tulus ikhlas mengetukkan dahiku di tanah hanya karena Allah semata, hanya untuk mengharapkan Ridho dan karena Cintaku pada-Nya. Maafkan aku Ya…Allah…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-8523541220243930188?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/8523541220243930188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=8523541220243930188&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/8523541220243930188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/8523541220243930188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/08/puisi-dari-rabiah.html' title='puisi dari Rabiah'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-963231598850268719</id><published>2008-08-18T02:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T02:59:07.707-07:00</updated><title type='text'>Kuliah di mana?</title><content type='html'>Akhir-akhir ini pertanyaan itu yang selalu menganggu pikiran saya. Gimana nggak, sekarang ini saya  udah kelas XII, tinggal menunggu bulan untuk memilih universitas. Tapi saya bingung mau kuliah dimana terlebih prodi apa yang ingin saya ambil. Eits… jangan dikira saya tak punya cita-cita… saya punya seabrek cita-cita yang ingin saya wujudkan. Namun, yang menjadi masalah bagi saya adalah cita-cita saya ini tak sejalan dengan keinginan orang tua saya (wajar kan?). orang tua saya, terlebih ayah menghendaki saya kuliah mengambil prodi yang berbau-bau MIPA. Aduh… pusing saya! Saya nggak suka! Meskipun kali ini saya di SMA mengambil jurusan IPA, tapi hati dan pikiran saya bukan di sini. Saya selalu berhayal dengan dunia saya sendiri. Tentu saja, dunia perjunalistikan… tapi kalo menurut ayah saya, kuliah di MIPA peluang kerjanya terbuka lebar!! Uh…. Bagi saya jurnalistik lebih lebar membuka sayap peluang kerjanya. Sekian lama, saya terikat dengan perasaan saya sendiri… tak tahu harus jawab apa ketika orang lain tanya ‘mau kuliah di mana?’ .senyum. hanya itu yang bisa saya berikan. Karena saya bener-bener tak suka dengan MIPA. Entahlah mungkin kali ini saya terdampar di lautan menyebalkan yang berjenis MIPA. Tapi mama saya lebih bisa mengerti saya, beliau sangat tahu apa yang sebenernya saya inginkan dan sukai. Saya ingin bekerja di perjunalistikan! Karena saya suka itu! Setiap kali ingat percakapan saya dengan ayah saya mengenai kuliah, saya selalu ingin menangis. Ingin berteriak sekeras-kerasnya untuk bisa berkata ‘saya ingin masuk jurusan jurnalistik!’ namun saya tak mampu, tak mampu mengecewakan ayah saya, karena cita-cita ayah saya bertumpu pada saya.&lt;br /&gt; Menghadapi situasi seperti ini, tiap malam saya bersujud di hadapan-Nya. Memohon agar cita-cita saya menjadi seorang editor dan sejenisnya bisa terkabulkan. Mungkin itu masih lama, namun jika saya tak diizinkan untuk masuk pada jurusan jurnalistik, mungkinkah cita-cita saya itu terkabul? Kemungkinan besar tidak. Saya selalu berdoa di tiap salam dalam Sholat saya, saat saya sedang sendiri, dan saat saya menulis.&lt;br /&gt; Entahlah…angin apa yang telah berhembus, kemarin setelah saya, mama saya, ayah saya, dan adik saya pulang dari melihat ‘talk show’ nya Mbak Windy, tiba-tiba saja ayah saya bilang ‘kamu boleh masuk jurusan jurnalistik, kalo memang kamu suka itu!’ antara kaget, tak percaya, senang, bercampur aduk menjadi satu. Air mata saya menetes tak tertahankan. Terharu. Terima kasih Ya…Allah…!!! :’’D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-963231598850268719?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/963231598850268719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=963231598850268719&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/963231598850268719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/963231598850268719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/08/kuliah-di-mana.html' title='Kuliah di mana?'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-8412081798276842427</id><published>2008-08-18T02:57:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T02:58:32.824-07:00</updated><title type='text'>Jurnalistik?</title><content type='html'>Cita-cita saya yang ingin menjadi editor menyeruak lagi. Itu karena dalam pameran buku murah yang diadain di GOR Jombang tanggal 17 Agustus 2008 kemarin saya sempet ‘ketemu’ Mbak Windy dalam talk show ‘bengkel penulisan remaja’……… yah… Mbak Windy tersebut, editor di gagasmedia. Waduh… ngiler saya membayangkan bisa jadi editor.&lt;br /&gt; Sejak kapan saya mulai ingin menjadi editor ya? Entahlah… yang pasti mungkin sejak cita-cita kecil saya yang ingin menjadi dokter telah kandas! Karena saya tahu, kalau mau jadi dokter tak sesederhana yang saya bayangkan waktu kecil dulu.&lt;br /&gt; Kembali lagi ke Mbak Windy ya… orangnya cantik, tinggi, kurus, trus rambutnya pendek (mirip saya gitu! Tapi kalo dilihat oleh kakek-kakek yang penglihatannya udah abnormal lagi! ;P ), kalo ngomong ceplas-ceplos dan kelihatan banget kalo Mbak Windy udah ahli banget di dunia tulis menulis, jam terbang layak diperhitungkan! Wes…pokoknya mirip banget sama saya! (dari Hongkong kali ye…?)&lt;br /&gt; Dalam acara itu saya berkesempatan tanya, yah… nggak penting banget kalo menurut saya, tapi sama Mbak Windy dijawab dengan baik banget loh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Me :  bagaimana saya bisa mengenali gaya penulisan saya, yang masih menjadi penulis pemula? Soalnya sampai sekarang saya masih sering ikut-ikutan gaya penulisan penulis lain. Misalnya, sehabis saya baca karya A, kecenderungan saya menulis dengan gaya bahasa seperti itu. Sehabis saya baca karya B, saya juga cenderung menulis dengan gaya yang sama, apakah saya salah?&lt;br /&gt;Mbak Windy (MW) : pertama, yang perlu dihilangkan adalah konsep penulis pemula. Nggak ada namanya penulis pemula, penulis ahli, ato penulis kawakan. Kalo  penulis ya penulis aja. Yang membedakan Cuma jam terbangnya aja. Kalo menurut saya, kecenderungan itu wajar bagi penulis yang punya jam terbang masih sedikit. Tapi yang nggak wajar itu kalo kamu nggak berkembang dan jadi plagiat… yang penting, dengan banyak latihan menulis kamu bisa menentukan gaya penulisan kamu itu seperti apa sich?&lt;br /&gt;Me : apa sich Mbak, trik paling manjur agar tulisan kita bisa diminati editor dan media?&lt;br /&gt;MW : nggak ada! Karena kuncinya kamu hanya mau menulis! Itu saja! Baik dan buruknya tulisan bisa dilihat kalo kamu selesai menulis.&lt;br /&gt; Waduh… jawaban dari Mbak Windy telah membuka mata saya untuk menemukan jalan menuju dunia jurnalistik yang sebenernya, karena selama ini saya hanya menulis asal-asalan. Nggak pernah serius. Tapi mulai sekarang saya ‘tobat’ dari dunia penulisan yang asal-asalan. Thanks banget ya Mbak Windy! &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-8412081798276842427?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/8412081798276842427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=8412081798276842427&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/8412081798276842427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/8412081798276842427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/08/jurnalistik.html' title='Jurnalistik?'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-8935936285906609998</id><published>2008-08-18T02:56:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T02:57:21.585-07:00</updated><title type='text'>Inget Bu Am (Bu Sita)</title><content type='html'>Yupz… Bu Siti Aminah, atau biasanya dipanggil Bu Am ato yang udah kenal baik akan memanggil dengan sebutan Bu Sita (singkatan dari Siti Aminah). Beliau adalah guru Bahasa Indonesia saya. Tak ada yang bisa mengalahkan gurauan beliau. Selain segar juga penuh dengan ilmu. Ada satu kejadian yang ini mungkin saya anggap “sesuai dengan amal perbuatan” (kalimat yang selalu diucapkan beliau, untuk menasehati kami).&lt;br /&gt; Ketika les bimbel, beliau menjelaskan mengenai imbuhan (me-) yah…ada kata yang pastinya luluh kalo udah mendapat imbuhan ini, kata yang diawali konsonan k-p-t-dan s, sajalah yang luluh. Selebihnya nggak!! Dari penjelasan ini saya jadi teringat masa try out SMP. Jaman doeloe, ada soal begini (mudah2an masih inget ya?)&lt;br /&gt;1. Ibu saya mengketik tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;2. Tim Independen itu mensurvei daerah yang terkena banjir.&lt;br /&gt;3. Mereka mencat dinding yang udah kusam.&lt;br /&gt;4. Raya memakai baju berwarna menyolok.&lt;br /&gt;Kalimat manakah yang benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Waduh…waktu itu saya bingung, soalnya kalo menurut feeling saya kesemuanya nggak ada yang bener. Tapi namanya juga try out harus dijawab! Akhirnya setelah menimbang, mengingat dan memutuskan saya memilih jawaban 4…. Karena kata ‘menyolok’ sering saya dengar!&lt;br /&gt; Setelah beberapa hari, hasil try out dibagikan… wah…saya kaget! Ternyata jawaban saya SALAH!!! Aduh…saya bingung, kalo jawaban saya salah, yang bener yang mana donk? Setelah mama saya tanya sana-sini mengenai soal tersebut (nanyanya nggak nanggung2 loh!! Langsung kepada si pembuat soal!) eh…malah jawaban yang bener itu 2! ‘loh kok bisa?’ otomatis saya langsung tanya gitu… ternyata alasannya karena kata ‘survei’ itu berasal dari bahasa asing, sehingga tidak mengalami peluluhan meskipun konsonan depannya ‘s’ trus mendapat imbuhan (me-) tetep aja nggak luluh! Waktu itu saya Cuma manggut-manggut doank! Baru tahu soalnya! ;-&gt;&lt;br /&gt; Nah…. Bermodal kesalahan saya di try out SMP, permasalahan ini saya tanyakan ke Bu Am. Teret….!!! Ternyata jawaban Bu Am, sungguh di luar perkiraan saya. Beliau menjawab ‘ya… kata itu kan sudah diadaptasi dalam Bahasa Indonesia, sehingga ketentuan k-p-t-s tetep berlaku, sehingga nggak ada kata mensurvei yang ada menyurvei.&lt;br /&gt; Dasar emang saya tukang ngeyel, saya tetep ngotot! Beliau tahu saya ngotot trus saya diutus ambil KBBI di perpustakaan, eh… perpusnya udah tutup (waktu itu bimbel sore) ya udah… akhirnya jalan terakhir beliau ngajak saya taruhan Rp 5.000,00….. jadi kapan-kapan bisa dilihat di KBBI… saya setuju!! Deal….!!!&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian………..&lt;br /&gt; Eh… ketemu Bu Am lagi, beliau langsung aja bilang ‘Hah… kamu kalah!! Yang bener menyurvei bukan mensurvei!’ saya hanya bisa menahan tawa melihat ekspresi Bu Am waktu itu. Ketawa soalnya siap-siap kehilangan uang Rp 5.000,00, untuk dimasukkan kas. Secara di kelas saya termasuk anak yang males banget kalo disuruh bayar kas kelas. He…he…he… ;-D&lt;br /&gt; Oh…ya… kata-kata yang berasal dari luar negeri yang dipakai di Indonesia seperti berikut ini:&lt;br /&gt;• Adopsi : kata yang langsung diserap tanpa mengubah bentuk aslinya. Contoh : plaza, mall, pizza, dsb.&lt;br /&gt;• Adaptasi :  kata yang diserap dengan mengubah bentuk aslinya untuk disesuaikan dengan Bahasa Indonesia. Contoh : survey menjadi survei, accessory menjadi aksesori, systeem menjadi sistem, dsb.&lt;br /&gt;• Terjemahan : kata yang berasal dari kata asing lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Contoh : try out (uji coba)&lt;br /&gt;• Kreasi  : hampir mirip dengan terjemahan, namun hanya satu kata diterjemahkan dua kata. Contoh : cheerleaders (pemandu sorak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah… mudah-mudahan bisa bermanfaat informasi yang saya berikan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-8935936285906609998?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/8935936285906609998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=8935936285906609998&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/8935936285906609998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/8935936285906609998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/08/inget-bu-am-bu-sita.html' title='Inget Bu Am (Bu Sita)'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-7349014900617939992</id><published>2008-08-18T02:51:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T02:56:34.548-07:00</updated><title type='text'>Ma-ap ye…!!!</title><content type='html'>Pertama Cuma mau minta maap karena kekeliruan saya menggunakan bahasa Indonesia! He…he…&lt;br /&gt;Sebagai anak dari seorang guru Bahasa Indonesia, saya diprotes mama saya mengenai tulisan saya yang berjudul ‘Ryan Penjagal dari Jombang’… gak Cuma mama saya aja yang protes, temen sekelas saya yang juga penggila blog, tanya ke saya “emang ada kata ‘penjagal’ di KBBI?” waduh…saya bingung? Soalnya waktu itu nggak lagi bawa KBBI… yah…saya janjikan nanti setelah pulang dari warnet saya akan jawab pertanyaan itu. Awalnya sih saya asal nulis aja, nah biasanya dalam bahasa Indonesia, kalo kata yang menunjukkan orang kan selalu ditambah imbuhan pe- ato pen- di awal kata. Misalnya, ‘menulis’ nah kalo diubah maknanya jadi ‘orang yang….’ Kan pastinya jadi ‘penulis’… konsep itulah yang saya pakai di judul tulisan nggak penting tersebut. ;p&lt;br /&gt;Yang perlu dilurusin adalah kata ‘penjagal’… ya…setelah saya amati dan membolak-balik KBBI ternyata dari halaman pertama sampai halaman terkahir (ce ileh…lebay banget seeh?) nggak maksud saya, ya…halaman yang ada kata ‘jagal’ itu doank yang saya bolak-balik ternyata nggak pernah ada kata ‘penjagal’ yang ada Cuma……………………:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jagal  :  1. orang yang bertugas menyembelih (memotong) binatang ternak (seperti lembu, kambing, kerbau) di rumah pemotongan hewan; 2. orang yang berusaha di bidang pemotongan hewan atau sebagai agen penjual daging hewan;&lt;br /&gt; Menjagal : 1. menjadi jagal; 2. membantai; memotong ternak (lembu dsb); 3. membunuh (manusia) secara kejam (dengan dipotong-potong dan sebagainya);&lt;br /&gt; Pejagalan : rumah jagal; penjagalan&lt;br /&gt; Penjagalan : 1. proses, perbuatan, cara memotong ternak; pembantaian; pemotong hewan; 2. tempat menyembelih ternak (seperti lembu, kambing, kerbau)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He….he….he… maap ye…bagi semuanya yang udah baca tulisan nggak penting saya itu. Kita sama-sama belajar! ‘-‘ V&lt;br /&gt;Makasih buat Arinee-online.blogspot.com yang udah tanya ke saya, kalo nggak gitu, saya nggak pernah akan tahu kalo ‘penjagal’ itu kata yang terlalu berlebihan, thanks banget ye…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-7349014900617939992?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/7349014900617939992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=7349014900617939992&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/7349014900617939992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/7349014900617939992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/08/ma-ap-ye.html' title='Ma-ap ye…!!!'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-6221013327683034151</id><published>2008-08-08T02:37:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T02:40:43.916-07:00</updated><title type='text'>KeTikA..........</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;; color: purple;" lang="FI"&gt;Ketika CinTa daLam haTi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;taK inGin rasanYa ku memelihara ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;taPi ini suDah terlanjur beReaksi denGan haTiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Ya...suDah mau diaPakan laGi....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;taK peRlu aKu m’inGatnya sepanjang tidur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;dan taK perLu juga aKu berAsa paDanYa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;buKan saLahku, aku nAksir diA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;; color: purple;" lang="FI"&gt;KeTika cinTa di toLak.........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;DuniA belum Berakhir kok....!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Aku maSih biSa berDiri kuat di Sini...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;denGan aTaw tanPa dy...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;taK peRlu Q meNangiS untuknYa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;dan tak perLu juga aKu m’benCinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;buKan saLah dia taK meneriMaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;; color: purple;" lang="FI"&gt;KetiKa paTah Hati........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Aku tak Kan perNah bunuH diri.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;"&gt;MaSih banyak Hak YanG beLum ku amBiL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;daN aku Taw dia juGa tAk kan meNengokku LaGi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;taK peRlu aKu beRteriaK keSakitan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;dan tAk peRLu juGa aKu menYimpan kuSumat unTuk diA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;buKan saLahmu, buKan saLahku, dan juGa bukan saLahnYa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;iNi seMua terJadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-6221013327683034151?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/6221013327683034151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=6221013327683034151&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/6221013327683034151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/6221013327683034151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/08/ketika.html' title='KeTikA..........'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-5912438310485178622</id><published>2008-07-31T20:33:00.000-07:00</published><updated>2008-07-31T20:35:22.618-07:00</updated><title type='text'>Ryan....PEnjaGaL dari JombanG....!!!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Kalimat yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, karena lebih dari sepekan ini kita hanya disuguhi dengan pemberitaan mengenai Ryan. Ryan seorang pembunuh berdarah dingin, cuplikan dari kalimat yang dilontarkan oleh seorang reporter televisi swasta nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Awalnya, saya hanya memperlakukan berita itu seperti berita-berita pada umumnya. Tak ada yang istimewa! Karena awalnya saya hanya tahu, kalau Ryan hanya memutilasi satu korbannya, kemudian dibuang di tempat yang terpisah. Dan kebetulan Ryan berasal dari Jombang, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; kelahiran sekaligus tempat hidup saya. Sehingga saya mau tidak mau menonton itu. Namun, setelah melihat perkembangan yang lebih lanjut, saya mau tak mau juga harus kaget dengan pemberitaan yang menyatakan bahwa Ryan membunuh empat korban dan menguburnya di belakang rumah, saat itu bulu kuduk saya berdiri, membayangkan jika saya menjadi tetangga dekat Ryan, tapi Alhamdulillah, itu takkan pernah terjadi. Sedikit demi sedikit, saya mulai mengikuti perkembangan kasus Ryan, dan Masyaallah ternyata masih ada enam korban Ryan yang baru saja ditemukan. Mungkin sejak saat ditemukan sejumlah sepuluh orang di rumah Ryan, pemberitaan mulai ramai dan berita ini menjadi sangat booming!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Saat – saat pertama saya mengetahui jika Ryan sudah menghilangkan nyawa sebanyak sebelas jiwa, saya marah bahkan sempat mengumpat Ryan sebagai orang Sarap (dalam bahasa Indonesia artinya gila yang berlebihan). Tapi sebagai seorang pelajar, saya tak bisa banyak berbuat apa-apa…ya mungkin hanya bisa mendoakan sang korban agar nyawanya bisa diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Amien…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Setelah saya pikir-pikir tentang umpatan-umpatan saya kepada Ryan, saya jadi malu sendiri. Saya berpikir “Mengapa saya harus mengumpat?” dan “Mengapa saya harus membenci?” padahal Allah saja sangat membuka pintu taubat jika setelah ini Ryan mau memohon ampun pada-Nya. Ya…sekarang saya hanya berpikir pasti ada hikmah yang ingin Allah berikan pada kita semua!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Ngomong-ngomong mengenai hikmah, saya jadi teringat dengan berita yang menyatakan jika lokasi ditemukannya mayat-mayat korban pembunuhan Ryan sekarang ramai dikunjungi penduduk sekitar bahkan dari luar daerah. Saya juga sempat geli mendengarnya, sepertinya kegiatan menjadikan tempat wisata baru untuk suatu tempat yang terjadi bencana sudah menjadi kultur yang sudah mendarah daging dalam masyarakat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (mungkin termasuk saya sendiri…he…he…he…). Tapi sebagai orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, mestinya kita harus bangga menjadi masyarakat yang selalu peduli untuk ‘melihat’ tanpa harus peduli untuk bertindak. Ah…sudahlah…! Menurut berita yang saya baca dan saya dengar (karena saya belum membuktikan sendiri ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;! Takut nggak bisa tidur malamnya) di sekitar lokasi rumah Ryan atau lokasi penemuan mayat-mayat itu, setiap hari berdatangan ‘penonton’ untuk melihat secara langsung kubangan yang digali Ryan untuk dijadikan kuburan. Secara tidak langsung, kegiatan ini bisa menambah perekonomian penduduk setempat. Sebagai contohnya saja, tarif parkir sepeda motor di lokasi Ryan sekarang berharga Rp 3.000,00 per sepeda motor padahal tarif normalnya hanya Rp 1.000,00 bahkan ada yang masih menarif Rp 5.00,00. Sungguh mencengangkan, peristiwa ini mampu menyedot ‘wisatawan’ lebih banyak daripada tempat yang disengaja disediakan untuk para wisatawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Kenaikan pendapatan juga dirasakan oleh penjual makanan dan minuman yang biasanya hanya menunggu pembeli sambil terkantuk-kantuk tapi kini harus melayani pembeli sampai terkantuk-kantuk. Namun, ada satu hal yang sangat unik yang saya ketahui sudah ada di lokasi penemuan mayat korban Ryan, yaitu kereta mini dan kuda-kudaan yang dikhususkan untuk pengunjung cilik yang terpaksa ikut orangtuanya agar tidak merasa bosan karena mungkin mereka belum mengerti apa-apa tentang semua ini. Dengan melihat ini saya jadi berpikir untuk mendirikan gardu untuk penjualan tiket masuk (he…he…he… Ah…saya sampai tertawa sendiri melihat fenomena yang sangat luar biasa ini!)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Satu hal lagi yang mungkin bisa juga disebut hikmah bagi warga Jombang, yaitu kota Jombang yang dikenal sebagai kota santri tapi tak juga-juga terkenal di mata nasional, tapi kini sudah ‘populer’ di mana-mana atau bahkan mungkin terkenal di dunia sebagai ‘Jombang kota Jagal’… tak apalah, saya sebagi warga Jombang asli kayaknya juga ikut terbawa arus, karena jika saya chatting atau ngobrol dengan teman luar daerah pasti mereka akan berkomentar “Owh…Jombang yang kasus mutilasi itu ya?” atau “Owh…tetangganya Ryan ya?” atau yang lebih parahnya “Owh…Jombang kota santri itu? Tapi ada penjagal manusianya ya?” menanggapi komentar-komentar itu saya hanya tersenyum dengan penuh arti, tak tahulah arti apa yang ingin saya berikan pada mereka. Atau bahkan ada pertanyaan lucu yang dilontarkan oleh Saudara teman saya… “Ehm…sekarang Jombang punya tempat wisata baru ya?” Saudara teman saya itu bertanya dengan nada serius, kemudian teman saya agaknya juga terbawa nada seriusnya. “Wisata baru? Apaan?” teman saya secara otomatis juga kebingungan dan memelototkan matanya tanda tak mengerti, tapi Saudara teman saya tersebut menjawab dengan entengnya “Tempat Wisata Baru Ryan!” mendengar hal itu, teman saya hanya terkekeh begitu juga dengan saya yang mendengarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Saya jadi berpikir hukuman yang paling pantas dan selevel dengan Ryan apa ya? Kalau saya mikir ya hukum Qishosh, sesuai dengan yang tercantum dalam al-Quran, pembunuh juga harus dibunuh kecuali jika semua keluarga dari keluarga korban-korban Ryan memaafkan Ryan. Mungkinkah? Jawabannya hanya bisa dijawab sesuai dengan pikiran dan pendapat masing-masing orang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Namun, saya hanya ingin mengupas pendapat-pendapat lucu atau &lt;i style=""&gt;nyleneh&lt;/i&gt; dari orang-orang yang berada di sekitar saya. Saya ingin mengulas sedikit tentang pendapat Ayah kandung saya mengenai hukuman yang pantas bagi Ryan, jika ayah saya menginginkan Ryan diletakkan di pinggir jalan dan sebelah Ryan disediakan sebilah silet serta jeruk nipis. Sehingga, setiap orang yang lewat jalan tersebut diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk menyilet sebagian tubuh Ryan kemudian luka siletan ditetesi dengan air jeruk nipis, dengan begitu dia akan mati perlahan dan dendam keluarga korban bisa terbayarkan karena Ryan mati seusai penganiayaan yang juga sempat dilakukan Ryan pada korban-korbannya. Saya terpingkal mendengar pendapat ayah saya, itu ide yang konyol menurut saya. Karena meskipun kita membalas dendam pada orang yang bersalah, tapi penganiayaan tersebut tetap akan mendapat balasannya, tentu saja akan kembali pada kita sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Ah…ini ide yang menurut saya lebih gila lagi, teman saya nyletuk kalau pembalasan bagi Ryan itu patutnya dikubur hidup-hidup. Menurutnya, biar dia lebih bisa merasakan detik-detik menjelang meninggal. Ah…ini juga saya tak setuju karena islam tak mengenal penganiayaan. Ya…kalau menurut saya, patutnya Ryan menjalani hukum Qishosh yang sesuai dengan tuntunan agama kita yakni Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Ehm…saya hanya bisa berdoa, karena saya hanya sebagai pelajar yang masih belum memiliki kekuasaan apa-apa untuk menentukan apa yang harus dilakukan pada Ryan, namun saya punya keinginan besar untuk mengubah kebiasaan peduli ‘melihat’ bencana menjadi peduli ‘bertindak’ bencana. Semua itu, takkan pernah mungkin terwujud jika saya tak memulainya dari diri sendiri, dari hal yang kecil dan tentu saja dari sekarang. Semoga dengan membaca artikel saya ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amien…. Ya….robbal Alamin…**&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-5912438310485178622?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/5912438310485178622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=5912438310485178622&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/5912438310485178622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/5912438310485178622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/07/ryanpenjagal-dari-jombang.html' title='Ryan....PEnjaGaL dari JombanG....!!!'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-1606756163208695946</id><published>2008-07-29T02:20:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T02:27:30.108-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='To My GOD'/><title type='text'>SuatU Ketika</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_w8id8-gtWa0/SI7iQOUxENI/AAAAAAAAAFA/9hqls7RFYcY/s1600-h/277000532_85b7b8fc05.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_w8id8-gtWa0/SI7iQOUxENI/AAAAAAAAAFA/9hqls7RFYcY/s320/277000532_85b7b8fc05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228364985774706898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0); text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Suatu ketika….entah kapan…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0); text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Aku tak menjadi bagian dari semesta. Tentang siapakah manusia. Tentang bagaimana alam raya, bagiku semua nol saja. Tak ada pikiran tentang mati karena aku juga tak pernah merasa hidup. Tak ada apapun tentang kalimat dalam suara karena aku tak menjadi bagian dari kamus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0); text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Suatu ketika….entah kapan….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0); text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Aku tak menjadi bagian dari semesta. Anda melihat matahari, aku belum ada dalam terangnya. Anda melihat gunung, aku belum ada dalam tingginya. Adakah Anda, seperti mereka….yang merasa selalu menjadi bagian dari semesta?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0); text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Diamku dalam bunyi. Melengking, merintih, jauh menuju hilang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0); text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-1606756163208695946?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/1606756163208695946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=1606756163208695946&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/1606756163208695946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/1606756163208695946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/07/suatu-ketika.html' title='SuatU Ketika'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_w8id8-gtWa0/SI7iQOUxENI/AAAAAAAAAFA/9hqls7RFYcY/s72-c/277000532_85b7b8fc05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-2155663499274484429</id><published>2008-07-29T01:58:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T01:59:21.864-07:00</updated><title type='text'>Mengapa kini Kau kembaLi hadir?</title><content type='html'>&lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengapa kini kau harus kembali hadir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dalam mimpi dan egoku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku sudah hampir bisa melupakanmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bahkan aku ingin menghapus namamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dari hatiku, otakku, bahkan kenanganku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun engkau hadir di saat aku ingin melepaskanmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Engkau hadir saat aku ingin membuang semua tentangmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan engkau hadir saat semuanya telah terlambat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak ada lagi ruang kosong dalam hatiku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Meskipun itu untuk cinta yang kau beri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak ada lagi bagian hatiku yang tersisa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Walaupun itu untuk bahagia yang ingin kau tunjukkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku sudah kelu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Semuanya…..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tak ada lagi yang lentur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Entahlah….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku juga tak tahu…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengapa kini aku harus sendiri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mungkin saja aku sakit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sakit karena dulu &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku menanti cinta darimu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Yang tak kunjung datang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sekarang kau datang kembali&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku sudah tak menginginkanmu lagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bukan karena siapa-siapa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tapi karena aku sudah bosan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bosan dengan cinta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Yang hanya bercerita tentang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Itu-itu saja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Maafkanlah aku…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Karena aku tak tahu harus bilang apa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Maafkanlah aku….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Karena aku tak ingin kau terluka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun aku juga tak ingin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku menderita lagi…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-2155663499274484429?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/2155663499274484429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=2155663499274484429&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/2155663499274484429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/2155663499274484429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/07/mengapa-kini-kau-kembali-hadir_29.html' title='Mengapa kini Kau kembaLi hadir?'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-1098081109654280422</id><published>2008-07-29T01:17:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T01:27:05.622-07:00</updated><title type='text'>Apa Kata DuNia....??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);font-size:180%;" &gt;Segenggam garam akan terasa begitu asin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);font-size:180%;" &gt;saat engkau meletakkannya ke dalam segelas air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);font-size:180%;" &gt;namun, itu takkan pernah terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);font-size:180%;" &gt;jika engkau melemparkannya ke dalam danau yang luas...&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-1098081109654280422?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/1098081109654280422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=1098081109654280422&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/1098081109654280422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/1098081109654280422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2008/07/apa-kata-dunia.html' title='Apa Kata DuNia....??'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-5134627216312503361</id><published>2007-05-17T18:00:00.000-07:00</published><updated>2007-05-17T18:12:44.911-07:00</updated><title type='text'>Bintang-bintang Bintang</title><content type='html'>Bintang termenung sendirian di kamarnya, dia ragu akan perasaannya sendiri. Akhir-akhir ini dia merasa nyaman jika di dekat Arey, cowok berkacamata minus yang menjabat ketua kelas di kelas Bintang. Tak ada yang istimewa pada cowok itu, tubuhnya jangkung dan kurus. Mengherankan memang seorang Bintang yang menjadi bintang sekolah bisa merasa nyaman di dekat Arey, Bintang memang punya segalanya, dia cantik, pintar, baik dan tubuh semampainya yang membuat dia semakin mempesona.&lt;br /&gt;            Sejak Arey menjadi orang pertama yang menolongnya saat dia tak sadarkan diri, dia semakin tertarik pada Arey. Arey selalu baik pada Bintang, perhatian, dan selalu membela Bintang saat dia merasa lemah. Bintang menyadari, jika ia benar-benar jatuh cinta pada cowok itu. Cowok yang menurut teman-temannya tak punya kelebihan apa-apa, dibandingkan dengan cowok-cowok yang ada di sekolah Bintang.&lt;br /&gt;            “Kalau ada apa-apa dengan kamu, aku akan selalu ada di sampingmu!” masih terngiang kalimat Arey siang tadi, saat dia tak bisa mengangkat kursi tak bertuan yang menghalangi tempat duduknya, Bintang tersenyum simpul. Dia ingin Arey juga merasakan apa yang dia rasakan. Dia ingin Arey lebih dari sekadar teman.&lt;br /&gt;            “Kring…kring…!” terdengar dering telepon di ruang tengah, Bintang segera berlari untuk mengangkatnya.&lt;br /&gt;            “Halo, ini siapa?”&lt;br /&gt;            “Bintang, ini aku, Arla!” jawab penelpon itu, Arla dia sahabat Bintang, sejak SMP dan sekarang mereka satu SMA.&lt;br /&gt;            “Ada apa, La? Mau tanya PR?”&lt;br /&gt;            “Enggak… gak ada apa-apa kok, aku cuma ingin ngomong kalau besok malam keluargaku ada pesta kecil-kecilan, ya… acara tunangannya Kak Revy. Kamu bisa datang, kan?”&lt;br /&gt;            “Ehm… ya udah deh aku usahain!” jawab Bintang memberi harapan.&lt;br /&gt;            “Ya udah, aku tunggu besok ya! Bye…” kata Arla dan mengakhiri teleponnya.&lt;br /&gt;            Bintang bernapas panjang, dia sebenarnya tak begitu suka dengan acara pesta, tapi dia merasa tak enak dengan Arla. Dia teringat Arey lagi, dia tahu jika hati Arey sudah Ia berikan untuk orang lain, namun dia juga tak bisa menahan perasaannya pada Arey. Bukankah cinta tak bisa dipaksakan?&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dilihatnya Arey tersenyum padanya, Bintang membalas senyuman itu, dengan hati yang berdebar dia memasuki kelas yang hanya ada mereka berdua. Dipandangnya mata indah Arey sekali lagi, di sana Bintang menemukan kesejukan yang luar biasa. “Andaikan Arey tanpa kacamata itu, mata indahnya pasti akan terlihat dengan jelas” Bintang berkata dalam hatinya. Dia begitu mengagumi sosok Arey yang menurutnya hanya dia orang yang bisa mengaduk-aduk hatinya.&lt;br /&gt;            “Bintang…” panggil Arey tanpa ada kelanjutannya, Bintang menoleh pada Arey.&lt;br /&gt;            “Bint…a..aku…” Arey berkata tapi terpotong dengan adanya Arla.&lt;br /&gt;            “Bintang! Gimana kamu jadi ikut kan nanti malam?” tiba-tiba Arla muncul dari belakang.&lt;br /&gt;            “Iya jadi kok!” jawab Bintang singkat kemudian dia duduk di bangku yang hampir enam bulan ia duduki dan menjadi saksi bisu akan kekagumannya pada Arey.&lt;br /&gt;            “Bint.. kamu ngerasa gak sih kalau Arey punya perhatian lebih ke kamu?” tiba-tiba Arla menanyakan sesuatu yang hampir membuat bom waktu di hatinya meledak.&lt;br /&gt;            “Ehm…A..Arey…ya? Kayaknya dia juga baik ke siapa saja dan perhatian ke siapa saja, dia kan ketua kelas jadi wajar dong kalau dia melakukan itu!” Bintang mengatur napasnya agar tak terlihat oleh Arla.&lt;br /&gt;            “Enggak Bint, dia beda perhatiannya ke kamu! Yang Arey berikan ke kamu itu perhatian cinta Bint…!” Arla tetap pada pendiriannya.&lt;br /&gt;            “Udahlah La.. kamu jangan berlebihan. Arey udah punya pacar, aku gak mau berharap terlalu jauh ke dia!” jawab Bintang pasrah, dia tahu Arla sahabat yang baik tapi dia tidak mau Arla terbebani dengan cintanya.&lt;br /&gt;            “Aku tahu, dia udah punya pacar tapi aku juga tahu kamu sayang dia kan?”  Arla menebak pikiran Bintang, yang tak meleset sedikitpun dari kenyataannya. Bintang hanya mengangguk pelan, hanya Arla yang dia percaya untuk mendengarkan semua rahasianya.&lt;br /&gt;            “Oh…Bintang!” dipeluknya Bintang dengan sangat erat, Arla tahu sahabatnya sedang jatuh cinta. “Kamu tenang aja ya! Kayaknya sih dia udah putus sama pacarnya yang dulu!” Arla menghibur Bintang.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Ya… Arla harus segera dibawa ke dokter spesialis kanker otak, kalau tidak mau penyakitnya bertambah parah!” tak sengaja Bintang mendengar obrolan mama Arla dan kak Ady, kakak Arla yang baru pulang dari Austria.&lt;br /&gt;            “Jadi Arla sudah menderita kanker otak stadium akhir?!?” kata kak Ady setengah berteriak. Bintang lemas mendengar obrolan itu. Hampir saja gelas yang dipegangnya jatuh, kalau saja Arla tidak datang.&lt;br /&gt;            “Bintang kamu ngapain di sini? Pestanya di luar!” tanya Arla dengan bingung.&lt;br /&gt;            “La… aku mau ngomong ma kamu!” Bintang menggandeng tangan Arla dengan erat.&lt;br /&gt;            “Ada apa Bint…?” Arla masih tidak mengerti dengan maksud Bintang yang menjadi aneh.&lt;br /&gt;            “La kenapa sih kamu? Enggak ngomong ke aku kalau kamu punya kanker otak?” Bintang menahan tangis yang hampir menetes.&lt;br /&gt;            “Bin…tang! a..aku merasa…”&lt;br /&gt;            “Merasa apa La? Kamu takut?! Kalau aku merasa terbebani?”&lt;br /&gt;            “Maafin aku Bint! Aku gak tahu harus ngomong apa ke kamu!” Arla menangis, butiran-butiran lembut menetes membasahi pipinya yang terpoles dengan make-up tipis.&lt;br /&gt;            “Enggak ada yang perlu minta maaf, aku cuma kecewa kenapa kamu gak cerita dari dulu?” Bintang pun menangis.&lt;br /&gt;            “Udah Bint, gak ada yang perlu di tangisin hidup dan mati hanya urusan Tuhan!” Arla mengusap air mata yang sejak tadi bersemayam di atas pipi merahnya. Dan mengajak Bintang keluar untuk merayakan pesta tunangan.&lt;br /&gt;            “A…Rey!” panggil Bintang pada sosok yang diyakininya sebagai Arey, cowok yang hadir dalam setiap mimpi-mimpinya.&lt;br /&gt;            “Bin…tang!” cowok itu menjawab, dan benar dugaan Bintang, dia Arey.&lt;br /&gt;            “Kamu ngapain ke sini?” tanya Bintang pada Arey.&lt;br /&gt;            “Oh…aku, aku ke sini karena aku adiknya tunangannya kakaknya Arla!” jawab Arey dengan tersenyum menggoda, dan itu baru dilihat Bintang kali ini.&lt;br /&gt;            “Ih…kamu apaan sih!” Bintang tertawa ceria, dia ingin selalu berada dalam suasana seperti ini.&lt;br /&gt;            “Lihat itu Bintang! Ada banyak bintang!” Arey menunjuk langit yang terang karena bulan purnama, dan begitu banyak bintang-bintang yang tersebar di langit luas.&lt;br /&gt;            “Bagus banget ya! Aku selalu iri pada mereka, kenapa aku dilahirkan dengan nama yang sama, ‘Bintang’ tapi aku tak bisa seperti mereka yang selalu menerangi malam dengan sinarnya yang terang!” Bintang berkata dengan tetap memandang langit yang bertabur bintang tanpa memperhatikan Arey yang sejak tadi menatap wajah cantiknya.&lt;br /&gt;            “Ya…mereka selalu indah! Bahkan indah sekali! Kamu lihat kan bintang yang paling terang itu?” tanya Arey yang kemudian mengajak Bintang duduk di atas rerumputan hijau, di belakang rumah Arla.&lt;br /&gt;            “Ya..aku melihatnya, kamu tahu itu siapa?”&lt;br /&gt;            “Itu bintang Sirius dia ada di rasi Canis Major, berada di belahan langit selatan! Dia adalah bintang terterang di langit, kecerlangan semu bintangnya mencapai minus satu skala magnitudo!” jawab Arey tenang, diam-diam Bintang mengagumi pengetahuan Arey, dia tidak pernah menyangka jika Arey tahu banyak tentang bintang.&lt;br /&gt;            “Minus satu? Kok malah terang? Bukannya malah redup?” tanya Bintang polos.&lt;br /&gt;            “Magnitudo mutlak menyatakan kecerlangan Bintang, semakin kecil nilainya, semakin terang bintang yang dimaksud!” Arey membalas kepolosan Bintang hanya dengan senyuman.&lt;br /&gt;            “Kamu tahu banyak ya, tentang bintang?” tanya Bintang kemudian.&lt;br /&gt;            “Aku suka dengan bintang, menurutku dia bisa mencapai tempat tertinggi di langit tapi dia tetap bisa memberikan manfaat untuk orang yang lebih rendah tempatnya!”&lt;br /&gt;            “Kamu kedinginan ya?” tanya Arey pada Bintang, karena ia melihat Bintang hanya memakai gaun hitam.  “Nih pakai jasku biar kamu enggak kedinginan!” Arey memakaikan jasnya di atas pundak Bintang.&lt;br /&gt;            “Kamu suka dengan seluruh benda di angkasa?” tanya Bintang sambil membetulkan letak jas Arey  di tubuhnya.&lt;br /&gt;            “Ya aku suka dengan semuanya!”&lt;br /&gt;            “Termasuk bulan?”&lt;br /&gt;            “Ya termasuk juga bulan, tapi aku paling suka dengan bintang!”&lt;br /&gt;            “Kenapa? Bukankah bulan letaknya sama seperti bintang, malahan bulan jauh lebih terang daripada bintang!” Bintang mencoba memberi argumennya tentang bulan.&lt;br /&gt;            “Bulan memang jauh lebih terang dari bintang tapi bulan hanya sendiri, tak ada teman yang menemani. Bulan punya fase-fase dimana dia akan pergi menjadi bulan sabit dan datang sebagai bulan purnama!” Arey mencoba menjelaskan pada Bintang, Arey benar, bulan adalah benda paling terang setelah matahari.&lt;br /&gt;            “Maksud kamu, bulan tidak setia pada bintang?” Bintang bertanya pada Arey.&lt;br /&gt;            “Ya…bisa dibilang begitu, bintang selalu menemani bulan, sedangkan bulan ada saat-saat tertentu untuk dia pergi!”&lt;br /&gt;            “Bintang…ada yang mau aku omongin ke kamu!” Arey berkata dengan hati-hati.&lt;br /&gt;            “Udah ngomong aja!” pinta Bintang dengan menatap Arey dalam. Dia berharap kata cinta akan terluncur dari bibir Arey.&lt;br /&gt;            “Bint…I……”&lt;br /&gt;            “La…!!! Bangun La!!! “ terdengar jeritan dari dalam rumah, Bintang dan Arey segera berlari.&lt;br /&gt;            “Ar….la!!!!!” Bintang menjerit melihat Arla tergeletak tak sadarkan diri.&lt;br /&gt;            Arla terlalu capek, dia kurang istirahat dan daya tahan tubuhnya lemah, dia harus segera dibawa ke rumah sakit.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Bintang menjenguk Arla yang berada di Rumah Sakit  Asa Jaya. Bintang sendirian tanpa Arey, dan juga teman sekelasnya. Bintang langsung saja menuju kamar no 174, dibayangkannya wajah pucat Arla, dia ingin menangis jika membayangkan Arla, sahabatnya pergi meninggalkannya sendiri.&lt;br /&gt;Kali ini bayangan Arey, hampir tak terlintas di benaknya, yang dipikirkannya hanyalah Arla, Arla dan Arla! Kanker otak bukanlah penyakit biasa, ini berpeluang besar merenggang nyawa seseorang yang menderitanya.&lt;br /&gt;“Udahlah Rey! Kita teruskan saja ini, kita sudah terlanjur, kasihan Bintang jika ia harus tahu ini semua, pasti dia akan sakit! Dia sudah berharap banyak pada kamu! Dia sayang kamu Rey!” terdengar suara Arla lemah, Bintang yang hampir membuka pintu kamar Arla, mengurungkan niatnya, kerena terhalang oleh percakapan dua orang yang dicintainya terlihat begitu serius. Bintang memilih tetap di luar kamar.&lt;br /&gt;“Tapi…kamu akan sakit La! Sakit lahir batin!” Arey memegang erat tangan Arla. Seperti pemandangan yang di luar kebiasaan mereka berdua, Bintang tak tahu ada apa dengan mereka berdua.&lt;br /&gt;“Rey, kamu tenang aja! Bukankah kita udah putus?” kalimat Arla yang membuat Bintang terkejut. Dia tidak pernah menyangka jika Arla pernah jadian dengan Arey. Antara ingin marah dan juga menangis, Bintang tertunduk lesu di luar.&lt;br /&gt;“Iya tapi La…”&lt;br /&gt;“Kamu juga sayang kan sama Bintang, kamu bahagia kan jika bersama Bintang?”&lt;br /&gt;“Aku memang sayang sama Bintang, tapi aku tak bisa meninggalkan kamu dalam keadaan seperti ini, La!”&lt;br /&gt;“Rey.. izinkan aku melihat dua orang yang aku cinta bahagia! Sebelum aku pergi untuk selamanya.”&lt;br /&gt;Bintang tak kuasa menahan ini semua, diletakkannya bunga mawar putih di depan pintu kamar, dan dia pergi meninggalkan mereka berdua. Sakit hati Bintang, namun dia lebih sakit jika melihat sahabatnya terluka, dia tak ingin mengecewakan niat tulus sahabatnya yang ingin melihatnya dan Arey bahagia. Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, kita masih mampu berkata ‘aku turut bahagia melihatmu dengannya’&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Bintang! Selamat beasiswa kamu ke Jepang bisa terealisasikan, kamu berangkat bulan depan. Semua biaya sekolah dan biaya hidup telah ditanggung oleh pemberi beasiswa!” Kata Bu Hanie, wali kelas Bintang.&lt;br /&gt;            “Terima kasih, Bu! Mudah-mudahan saya tidak mengecewakan sekolah ini Bu!” Bintang menyalami Bu Hanie. Hati Bintang merasa senang, sekolah ke Jepang adalah impian Bintang sejak kecil, dia ingin membantu keterpurukan negara Indonesia dengan pikirannya kelak.&lt;br /&gt;            Bintang keluar dari ruangan Bu Hanie, dilihatnya Arey menunggunya di luar, dia mencoba menghindar. Karena dia ingin melupakan Arey dari hatinya, dia tak mungkin merebut Arey dari Arla sahabatnya sendiri.&lt;br /&gt;            “Bintang!! Tunggu aku!!” panggil Arey tapi Bintang tak peduli dengan panggilan itu, dia tetap berjalan.&lt;br /&gt;            “Bintang!!!” kali ini Arey sudah ada di samping Bintang. “ Bintang kamu kenapa? Akhir-akhir ini kamu seakan menghindar dari aku?” tanya Arey serius.&lt;br /&gt;            “Rey, aku sudah tahu semuanya! Kamu pernah jadian kan sama Arla, trus Arla meminta kamu buat deketin aku! Dan ternyata aku benar-benar jatuh cinta sama kamu!” Bintang mengeluarkan isi hatinya, yang beberapa hari ini mengganjal di hatinya.&lt;br /&gt;            Bintang tak pernah marah pada Arla, karena ia tahu Arla ingin yang terbaik untuk Bintang. Dan tak bisa dipungkiri sampai pada saat ini Bintang masih sayang pada Arey.&lt;br /&gt;            “Bintang, maafkan aku! Aku melakukan ini semua untuk Arla, dia ingin melihatmu bahagia sebelum dia pergi! Dan aku tak ingin melihatnya kecewa di detik-detik terakhirnya.”&lt;br /&gt;            “Udah Rey, gak ada yang perlu dimaafkan, kamu gak salah. Kembalilah pada Arla Rey, aku yakin dia masih sayang kamu! Sampaikan maaf dan pesanku pada Arla karena bulan depan aku akan pergi ke Jepang, beasiswaku dikabulkan dan hari-hari ini aku harus mempersiapkan semuanya!” Bintang kemudian pergi meninggalkan Arey seorang diri, dia berpikir Arla jauh lebih pantas mendapatkan Arey.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Malam ini, malam terakhir Bintang di Indonesia, dia termenung sendiri, menatap langit malam yang penuh bintang. Arla sudah kembali pada Arey, itu membuat Bintang tenang untuk meninggalkan negeri tercinta ini. Meskipun sisa-sisa cintanya pada Arey masih ada, namun dia tetap bisa tersenyum melihat mereka berdua bahagia.&lt;br /&gt;            “Tataplah bintang di langit, kelak kamu akan merasa tenang!” teringat ucapan Arey saat mereka masih bersama. Bintang sekali lagi memandang bintang-bintang di langit, dia merasa mereka tersenyum, menari, menyanyi dan tertawa lepas di atas sana.&lt;br /&gt;            Bintang Sirius masih tetap berdiri kokoh di atas sana. Rasi Centaurus itu satu-satunya rasi yang dikenal Bintang, letaknya pada pukul empat dari letak bintang Sirius. Ya…nama-nama bintangnya selalu di ingat oleh Bintang, ada Alpha, Beta, Epsilon, Zeta, Mu, Nu, Theta, Iota, Gamma, Tau, Delta, dan Mimosa. Yang hampir semuanya menggunakan abjad Yunani.&lt;br /&gt;            Dikembangkannya senyum manisnya, tak sabar ia menanti hari esok yang menjadi sebuah awal dari perjalanan hidupnya. Dan juga akhir kisah cintanya dengan Arey. Tiba-tiba ia teringat Kelvin, cowok yang tadi siang menyatakan cintanya pada Bintang, ya sejak ia dan Arey tak lagi bersama, Kelvinlah yang sedikit bisa membuat tawanya hadir kembali dalam hidupnya. Bintang akan mencoba memulai lagi kisah cintanya, dia ingin bisa menerima Kelvin seperti ia menerima Arey.**&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-5134627216312503361?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/5134627216312503361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=5134627216312503361&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/5134627216312503361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/5134627216312503361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2007/05/bintang-bintang-bintang.html' title='Bintang-bintang Bintang'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-5863855753596758382</id><published>2007-04-29T17:49:00.000-07:00</published><updated>2007-04-29T17:54:49.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My LoVE'/><title type='text'>1241914</title><content type='html'>Senyummu selalu menenangkanku&lt;br /&gt;Menatapmu membuatku melayang&lt;br /&gt;Mungkin aku hanya bisa&lt;br /&gt;Mengagumimu lewat mimpi indahku&lt;br /&gt;Namun aku tetap akan&lt;br /&gt;Tersenyum melihatmu&lt;br /&gt;Meski ku tahu&lt;br /&gt;Hatimu telah kau berikan&lt;br /&gt;Untuk seseorang di sana&lt;br /&gt;Cukuplah bagiku&lt;br /&gt;Bila aku masih bisa&lt;br /&gt;Melihatmu tertawa bersamanya&lt;br /&gt;Walau ketika itu&lt;br /&gt;Aku harus menahan sakit di hatiku&lt;br /&gt;Hanya ada satu kata&lt;br /&gt;Yang bisa ku ucapkan padamu&lt;br /&gt;Aku akan menunggumu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-5863855753596758382?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/5863855753596758382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=5863855753596758382&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/5863855753596758382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/5863855753596758382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2007/04/1241914.html' title='1241914'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-8184017059601785374</id><published>2007-04-29T17:31:00.000-07:00</published><updated>2007-04-29T17:46:03.639-07:00</updated><title type='text'>Sesuatu</title><content type='html'>ketika aku merasa sepi&lt;br /&gt;sesuatu telah menemaniku&lt;br /&gt;sesuatu yang telah lama hilang&lt;br /&gt;dari hidupku bahkan hidup kalian&lt;br /&gt;saat aku merasa hidupku tak lagi berharga&lt;br /&gt;sesuatu telah menenangkanku&lt;br /&gt;sesuatu yang hampir terlupakan&lt;br /&gt;dari diriku bahkan diri kalian&lt;br /&gt;waktu aku merasa pecundang&lt;br /&gt;sesuatu telah merengkuhku&lt;br /&gt;sesuatu yang nyaris ku tinggalkan&lt;br /&gt;dari hatiku bahkan hati kalian&lt;br /&gt;keimanan dan kesucian cinta&lt;br /&gt;untuk Tuhanmu&lt;br /&gt;betapa pengasihnya Tuhan kepada kita&lt;br /&gt;namun sering kali kita tak pernah sadar&lt;br /&gt;dan semakin menjadi duri untuk kasih Tuhan&lt;br /&gt;aku ingin menangis di hadapnya, bersujud dengan pasrah&lt;br /&gt;dan menjadi bintang untuk rahmat Allah&lt;br /&gt;Allahu Akbar hanya itu yang bisa ku teriakkan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-8184017059601785374?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/8184017059601785374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=8184017059601785374&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/8184017059601785374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/8184017059601785374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2007/04/sesuatu.html' title='Sesuatu'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313406820150600674.post-4176785426200738869</id><published>2007-04-27T16:49:00.000-07:00</published><updated>2007-04-27T16:53:34.330-07:00</updated><title type='text'>LIMA PURNAMA DARI AYAH</title><content type='html'>Bulan purnama sudah memancarkan sinarnya sejak petang tadi, indah sekali, sinarnya yang putih membuatku tenang meskipun aku berada dalam penantian panjang. Ayahku belum kembali dari rantauannya. Sudah tiga bulan purnama aku lewati tanpa kehadiran seorang ayah di sampingku.&lt;br /&gt;            “Kamu baik-baik saja ya di rumah, jaga adikmu! Bilang ke adikmu ayah pasti kembali!” ayah mengusap rambutku dengan lembut, dikecupnya keningku dengan sayang.&lt;br /&gt;            “Ayah mau kemana?” tanyaku ke ayah, kupeluk tubuh kekarnya, tak bisa kupungkiri sejak kepergian ibu tiga tahun yang lalu ayahlah yang menggantikan posisi ibu untuk aku dan adikku, Dewa. Aku tak tahu ibuku pergi kemana, beliau sudah tak ada kabarnya sejak tiga tahun lalu. “Yah, ibu kemana? Kok gak pulang-pulang?” tiap kali ku ajukan pertanyaan itu selalu saja dijawab ayah dengan lembut. “Ibu lagi cari uang, untuk Dewi dan Dewa!” aku bosan dengan jawaban itu. Aku ingin jawaban yang lebih! “Ibumu gak akan pernah kembali, Ia sudah senang hidup dengan lelaki kaya!” suatu ketika tetanggaku bicara itu padaku. Betapa hancurnya hatiku ketika itu, aku rapuh, aku lemah, aku hancur, dan aku terluka. Ayahku hanya seorang tukang kebun di sebuah sekolah dasar, gajinya hanya cukup untuk makan. Tapi aku tak pernah merasa malu dengan itu, tapi entah dengan ibuku. Mungkin beliau malu, untuk mengakui jika suaminya hanyalah seorang tukang kebun. Untuk sekolahku dan Dewa, kami mendapat beasiswa, ya aku mendapat beasiswa prestasi dari sekolah. Tanpa kehadiran seorang Ibu di sampingku, aku tetap bisa meraih nem tertinggi di kotaku. Namun aku akan selalu merindukan kehadiran ibu sampai kapanpun. &lt;br /&gt;            “Ayah akan mencari ibumu, Nak? Kamu pasti akan senang jika ibu kembali lagi ditengah-tengah kita!” aku terkejut mendengar ucapan ayah, namun aku tak bisa mencegah kepergian ayah. Aku juga ingin ibu kembali!&lt;br /&gt;            “Tapi kapan ayah pulang?” tanyaku lagi, aku masih tak rela jika ayah harus pergi juga.&lt;br /&gt;            “Sampai ibumu kembali pada kita, atau tunggu ayah hingga purnama kelima. Ayah pasti kembali pada hari itu!” ayah meyakinkanku, dan aku hanya bisa menatap kepergian ayah dengan derai air mata yang tak pernah lepas dari pipiku sejak ayah memutuskan untuk pergi.&lt;br /&gt;            “Sudahlah Dewi, ayah akan kembali membawa ibumu. Pecayalah!!” dikecupnya keningku sekali lagi, kemudian beliau pergi membawa sebuah tas jinjing warna merah kusam, di bagian bawah tambalan kain warna hijau terlihat jelas, dan jahitan pada saku depannya hampir terlepas.&lt;br /&gt;            “Aku sa…yang ayah!!!” kuteriakkan kata terakhir untuk ayahku yang sudah berada di atas becak tetanggaku, perlahan becak itu pergi meninggalkan aku sendiri.&lt;br /&gt;            “Ayah juga sayang Dewi dan Dewa!!” ayah membalas teriakanku dan melambaikan tangannya padaku. Akupun membalas lambaiannya. Dewa kali ini tak ada di rumah, ia mungkin sedang bermain gundu bersama temannya, atau mungkin ia sedang mandi di kali seberang. Entahlah yang penting dia tak tahu kepergian ayah. Ayah tak akan mungkin bisa pergi jika ia melihat Dewa di hadapannya. Ayah sengaja meninggalkan Dewa tanpa pamit. Ayah menyerahkan semuanya padaku. Meskipun aku sudah kelas satu smu, tapi aku merasa ini beban terberat yang aku alami.  &lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;            “Mbak Dewi, ayah kemana? Kok sudah dua hari ayah gak pulang?” tiba-tiba Dewa menanyakan sesuatu yang sudah aku duga sebelumnya, meskipun begitu aku masih merasa enggan untuk menceritakan sesungguhnya.&lt;br /&gt;            “Ayah sedang cari uang untuk biaya kita sekolah besok! Dewa maukan kalau Dewa jadi orang yang pinter?” hatiku menangis harus melakukan kebohongan ini, tapi aku juga tak ingin Dewa yang masih kelas dua SD harus menerima kenyataan pahit, kalau kedua orangtuanya tak ada di sampingnya. Sekarang ini aku harus jadi kakak, ibu, bahkan ayah untuk Dewa.&lt;br /&gt;            “Ayah baik banget ya Mbak! Mau susah-susah cari uang untuk kita berdua, padahal kan kita gak pernah carikan uang untuk ayah!” Dewa berceloteh dengan polosnya, aku hanya bisa tersenyum di atas tangisanku.&lt;br /&gt;            “Mbak Dewi, kalau Dewa gede nanti, Dewa mau jadi pilot biar ayah kalau mau cari uang gak perlu bayar!” tak kuasa buliran-buliran lembut mengalir deras di pipiku. Aku tak mampu lagi jika harus membayangkan adikku tahu semuanya, aku tak ingin keceriaan dan masa-masa indahnya harus hancur.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;            Ku pandangi lagi bulan purnama yang bulat, semakin aku menatap bulan itu semakin terlihat jelas bayangan ayah. Ayah tersenyum padaku. Mungkin ayah sudah membujuk ibu di sana untuk pulang. Dan mungkin kurang dari dua purnama lagi ayah akan kembali dengan membawa ibu pulang. Aku tersenyum sendiri, Dewa sudah terlelap di mimpi indahnya. Harapan dan khayalan tentang keluarga yang utuh hampir membayangiku tiap waktu. Tiga purnama telah ayah berikan untukku. Di purnama kedua ayah menelponku lewat tetanggaku yang memiliki pesawat telpon.&lt;br /&gt;            “Dewi, ayah di sini baik-baik saja, ayah sudah tahu di mana ibumu…”&lt;br /&gt;            “Benarkah ayah?” tanyaku tak percaya.&lt;br /&gt;            “Tapi ibumu enggan ayah ajak pulang….” Ayah menghela napas panjang, seakan ingin membuang semua beban di hatinya.&lt;br /&gt;            “Kenapa ayah? tidak rindukah ibu dengan Dewi dan Dewa?” tanyaku lagi aku hampir menangis dan pastinya rasa emosiku hampir saja memuncak.&lt;br /&gt;            “Sudahlah Dew, ayah akan mencoba lagi, kamu tenang ya!” ayahku tetap saja teguh pada pendiriannya, ayah masih berharap kalau ibu mau di ajak pulang lagi. Kalimat  yang diucapkan tetanggaku waktu itu kembali terngiang di telingaku.&lt;br /&gt;            “Ayah… ibu pasti sudah bahagia dengan laki-laki kaya di sana?” aku mencoba mengeluarkan kalimat ini, karena sudah tak kuat lagi aku untuk menyimpannya di hatiku.&lt;br /&gt;            “Dewi!! Kamu gak boleh bicara seperti itu pada ibumu! Meskipun dia pernah menyakiti hati kita, tapi dia tetep ibumu, ibu yang melahirkan kamu, ibu yang menyusui kamu!” terdengar nada suara ayah agak tinggi, pasti beliau merasa tersinggung dengan ucapanku tadi.&lt;br /&gt;            “Maafkan Dewi yah!”&lt;br /&gt;            “Udah Dew, jaga Dewa baik-baik sampai ayah pulang! Ayah sayang Dewi dan Dewa!”&lt;br /&gt;            “Dewi juga sayang ayah!”&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Ayah masih terdengar sangat tegar dan setia, meskipun aku tahu tak sekali ibu mengkhianati cinta ayah. Namun ayah begitu tulus mencintai ibu. Ayah selalu bilang padaku bahwa pengkhianatan tak harus dibalas dengan pengkhianatan. Cukup dengan tersenyum ikhlas, dan semua rasa sakit hati akan hilang. Masih teringat jelas wajah ayah ketika kami masih menjadi keluarga yang utuh. Senyumnya selalu membuatku nyaman berada di dekatnya, tutur katanya lembut sehingga aku merasa ayah bukan ayahku melainkan sahabatku, tubuhnya yang kekar selalu melindungiku dari ancaman bahaya, dan tak pernah sekalipun beliau marah padaku. Ketika aku melakukan kesalahan beliau hanya mengingatkanku dan tak pernah juga kata-kata kasar keluar dari bibirnya yang indah. Sejak kepergian ibu, tubuh kekar ayahku perlahan digerogoti penyakit yang tak pernah absen mengunjunginya. Rambutnya yang hitam legam kini sebagian telah berubah menjadi helaian-helaian uban. Langkah tegap ayah terkadang harus tertatih karena penyakitnya tak pernah mengenal tempat di mana ia berada. Namun kepribadian ayah masih tetap bisa ku lihat, ayah tak pernah mengeluh meskipun begitu.  &lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;            Purnama keempat telah datang hari ini, sinarnya masih seperti purnama yang lalu. Memancarkan kebahagiaan. Tapi kali ini hatiku tak seperti yang lalu, semakin dekat dengan kepulangan ayah. Rasa rindu yang begitu mendalam ingin sekali aku bertemu dengan sosok ayah.&lt;br /&gt;            “Ayah cepat kembali! Dewi kangen ayah!” aku bicara pada purnama itu, aku berharap ia bisa menyampaikan pesanku pada ayah. Di manapun ayah berada aku hanya ingin ayah cepat kembali. Empat purnama bukanlah waktu yang singkat untukku menghadapi hidup seorang diri. Tiba-tiba aku teringat sesuatu, ya sesuatu yang semuanya berawal dari ini…….&lt;br /&gt;            “Sudahlah…aku sudah tak sanggup hidup serba kekurangan seperti ini! Aku tak sanggup Mas! Bukankah engkau dulu berjanji jika kau akan membahagiakan aku sebagaimana orang tuaku membahagiakan aku? Tapi apa buktinya? Dua belas tahun bukanlah waktu yang sedikit untuk aku menunggu janjimu!” aku mendengar pertengkaran ayah dan ibuku dari kamar tidurku, waktu itu aku hanya bisa menangis. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan.&lt;br /&gt;            “Tapi bisakah kamu lebih bersabar, suatu saat nanti semua janjiku pasti akan terpenuhi!” ayah masih tetap tenang.&lt;br /&gt;            “Sampai kapan, Mas? Sampai aku menjamur menjadi istrimu?” ibu membentak ayah, hatiku miris.&lt;br /&gt;            “Sekarang Dewi dan Dewa masih butuh kasih sayangmu, tegakah kamu membiarkan mereka tumbuh tanpa hadirnya seorang ibu di sampingnya?”&lt;br /&gt;            “Dewi dan Dewa hanya butuh uang! Mereka butuh uang untuk biaya sekolah mereka! Besok aku akan pergi ke kota cari kerja biar kita tak lagi kekurangan. Aku bosan Mas hidup seperti ini!” kemudian ibu berlalu dari hadapan ayah. Aku tak tahu apa yang dipikirkan ibu saat itu.&lt;br /&gt;            “Ibu jangan pergi……!” rengekku ketika aku melihat ibuku dijemput oleh mobil mewah di halaman rumahku.&lt;br /&gt;            “Kamu di rumah sama ayah ya Nak! Baik-baik di rumah. Ibu sayang kamu!” diciumnya pipiku. Kemudian ibu masuk ke mobil mewah itu. Mobil berwarna ungu itu telah membawa ibuku pergi. Entah pergi kemana. Bahkan sampai detik ini pun aku tak tahu ibuku di mana.&lt;br /&gt;            “Ibu… Dewi ikuuuttt!!!” aku mencoba berlari mengejar mobil ungu itu, aku mencoba meraih kaca pintu agar aku bisa melihat ibuku lagi, tapi apa daya mobil itu tetap melaju bahkan kecepatannya bertambah. Aku terjatuh, lututku terluka parah. Aku menangis. Tangisku bukan karena sakit di lututku, tapi sakit di hatiku. Aku merasa ibu tak sayang lagi padaku. Ibu memilih pergi daripada menemaniku belajar. Begitu sakit rasanya, ketika melihat ibu yang selalu kutulis dalam puisi-puisi ku sebagai wanita agung kini harus pergi meninggalkanku dalam keterpurukan.&lt;br /&gt;            Sejak saat itu, hari-hari yang ku lalui tak seindah dulu, meskipun ayah tak kurang-kurang mencurahkan kasih sayangnya padaku namun aku merasa masih ada yang kurang dalam hidupku.&lt;br /&gt;            Tinggal satu purnama lagi akan kulalui tanpa hadirnya seorang ayah, purnama kelima ayah akan pulang menepati janjinya padaku maupun pada Dewa. Aku sudah sangat senang, jika ayah cepat kembali meskipun beliau hadir tanpa ibu di sisinya. Tak sabar rasanya melewati satu purnama lagi untuk melihat ayah kembali. “Ayah Dewi sayang ayah!!”&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;            Ku buka jendela kamarku, udara pagi begitu sejuknya hari ini purnama kelima, ayah akan kembali hari ini! Aku tersenyum bahagia, kukecup kening Dewa yang masih terlelap. Aku ingin melihatnya bermain bersama ayah lagi. Aku ingin ketika ayah datang, beliau membawa ibu! Seperti yang selalu diimpikan ayah selama ini. Aku ingin melihat mereka kembali bahagia dalam hangatnya canda.&lt;br /&gt;            Setiap detik terasa sangat lama sekali, ku lihat waktu menunjukkan pukul lima sore, ayah belum juga kembali padahal purnama sebentar lagi menampakkan wajah eloknya. Jangan-jangan ayah lupa? Gak ayah gak mungkin lupa, ayah selalu menepati janjinya dengan baik. Ayah bukan seorang pengumbar janji seperti para wakil rakyat.&lt;br /&gt;            Terdengar suara gaduh di luar rumah. Aku berharap itu ayah yang membawa pulang ibu dan disambut meriah oleh warga kampung. Aku bergegas keluar rumah melihat apa yang telah terjadi.&lt;br /&gt;            “Maaf ini rumahnya Dewi?” tiba-tiba dua orang laki-laki berbadan tegap menghampiriku di teras rumah.&lt;br /&gt;            “Ya…saya sendiri. Maaf bapak siapa ya?” aku bertanya dengan penuh keheranan.&lt;br /&gt;            “Kami dari kepolisian, kami yang mengurus jenazah ayah anda!” kalimat yang membuatku lemas seakan tulang-tulangku tak ada yang menempel di tubuhku.&lt;br /&gt;            “Jenazah ayah?” aku tak percaya akan kalimat itu.&lt;br /&gt;            “Ya…ayah anda tertabrak kereta api kemarin malam. Jenazahnya akan segera datang hari ini!” salah satu dari polisi itu menjelaskan, aku sudah tak kuasa lagi untuk berdiri. Tak ada air mata lagi yang ku keluarkan, air mataku telah kering.&lt;br /&gt;            “Maaf Mbak Dewi, kami menemukan kertas ini di saku korban!” polisi itu menyerahkan kertas putih yang sebagian terlumuri oleh darah. Darah ayah! Ku terima kertas itu dengan tangan gemetar.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Dewi dan Dewa anakku,&lt;br /&gt;Maafkan ayah Nak, karena ayah tak bisa menepati janji akan bertemu kalian di purnama kelima. Percayalah kalian bisa menghadapi kehidupan ini tanpa ayah dan ibu. Karena Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya melebihi kemampuannya. Ayah juga minta maaf pada kalian karena selama lima purnama ini ayah menyembunyikan  sesuatu dari kalian. Sebenarnya, ibu kalian telah tiada satu tahun yang lalu. Ibu tak kuat menahan semua derita hidupnya selama di kota. Ia mengiris nadinya sendiri, dan ibu tidak bisa tertolong. Darah yang dikeluarkannya terlalu banyak. Jika kalian rindu pada ayah dan ibu tataplah langit terlebih apabila purnama datang. Kerinduan kalian akan terobati. Percayalah ayah dan ibu akan selalu ada di dekat kalian. Peluk dan cium dari ayah dan ibu akan selalu bersama kalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tak terasa surat itu jatuh dari genggamanku, seiring itu jenazah ayah telah datang, aku berlari menuju mobil ambulans. Kulihat ayah terbujur kaku di dalam peti mati. Namun senyumnya masih sempat kulihat di wajahnya yang pucat. Ku peluk erat jenazah ayahku. “Selamat Jalan Ayahku,….”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313406820150600674-4176785426200738869?l=ia-nariez.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ia-nariez.blogspot.com/feeds/4176785426200738869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4313406820150600674&amp;postID=4176785426200738869&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/4176785426200738869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313406820150600674/posts/default/4176785426200738869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ia-nariez.blogspot.com/2007/04/lima-purnama-dari-ayah.html' title='LIMA PURNAMA DARI AYAH'/><author><name>kekasih_hujan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00854733443875243297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_w8id8-gtWa0/SOr8-yjssVI/AAAAAAAAAHI/j0p2OX4Sets/S220/Image(468).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
